Tag: Wee Wee

Air Terjun Niagara Mini di Bandung Curug Malela

Air Terjun Niagara Mini di Bandung Curug Malela

Wisata alam yang terkenal dengan nama Curug Malela ini memiliki nama lain Niagara Mini. Curug Malela  terletak di Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Gununghalu Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Curug ini biasa disebut Niagara Mini karena strukturnya yang mirip Niagara Waterfalls yaitu mempunyai 5 arus air terjun, bedanya adalah ukurannya lebih kecil dari Niagara asli.

Curug Malela memang belum sepopuler objek wisata lain. Tapi sudah setahun belakangan ini tempat sejuk ini telah membuat travelers terpanggil untuk mendatangi tempat ini sekedar untuk menaklukan perjalanan yang jauh sebelum akhirnya kita bisa tiba di lokasi curug.

Untuk melihat langsung Curug Malela, Anda tidak bisa menggunakan kendaraan seperti bus atau mobil. Setelah tiba di Desa Cicadas,Bandung Barat, Anda hanya bisa melanjutkan dengan menggunakan kendaraan roda dua. Anda bisa saja menyawa jasa ojek dari penduduk setempat, tapi hati-hati dengan harganya, tawar menawar biasanya berkisar dari 35ribu – 45 ribu rupiah. Harga yang bisa di maklumi mengingat treknya yang sangat menguras tenaga.

Setelah melanjutkan dengan naik ojek, kita akan diturunkan di tempat pemberhentian terakhir. Tempat ini semacam pintu masuk menuju Curug malela dan hanya bisa diakses dengan berjalan kaki. Saat ini untuk masuk lokasi Curug Malela tidak dipungut bayaran alias Gratis. Keseruan perjalanan yang ditempuh tentunya membuahkan lelah dan rasa penasaran yang tinggi. Tapi ketika sudah tiba di Curug Malela, lelah yang terasa Seakan tertebus dan hilang. Yuk pegi ke Bandung untuk melihat langsung keindahan alam di Curug Malela. Wee Wee.

Wisata Alam Di Situ Bagendit Garut

Wisata Alam Di Situ Bagendit Garut

Situ Bagendit adalah wisata alam lainnya yang bisa Anda datangi selain Curug Cimandi Racun saat berkunjung ke kota Garut. Wisata alam ini terletak di desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Situ Bagendit adalah objek wisata alam berupa danau atau situ yang berbatasan dengan Desa Cipicung, Desa Binakarya dan Desa Sukamurti.

Beragam Aktivitas wisata yang dapat Anda lakukan di Situ Bagendit, yakni menikmati pemandangan dan mengelilingi danau menggunakan rakit. Para pengunjung yang datang ke sini juga dapat melakukan kegiatan rekreasi keluarga. Objek wisata alam Garut ini milik Dinas Pariwisata Garut yang bekerjasama dengan Bapak Adang Kurnia. Meski berstatus miliki Dinas Pareiwisata, situ ini dikelola oleh Bapak Ajan Sobari.

Daya tarik utama objek wisata alam ini adalah kualitas lingkungannya. Situ Bagendit selalu dalam kondisi baik dan bersih. Bangunan-bangunan yang ada di kawasan danau inipun dalam kondisi terawat dan baik. Namun, Situ Bagendit yang sudah tertata dengan baik ini harus ternodai oleh ulah manusia usil. Terdapat pencemaran sampah dan vandalisme berupa coretan di pohon dan bangunan.

Fasilitas yang bisa Anda nikmati di kawasan ini yaitu penyewaan rakit/perahu dengan tarif Rp.25.000/15 menit, sepeda air dengan tarif Rp.10.000/15, kereta api mini dan kolam renang yang masih berfungsi dengan baik. Terdapat juga beberapa bangku taman dan 6 buah gubuk yang disewakan untuk pengunjung dengan tarif Rp.3.000/jam. Suasana Nyaman yang terbangun di kawasan objek wisata alam Garut ini tak lepas dari kerjasama beberapa pihak. Terlebih pengelola dan pengunjung yang tidak membuang sampah dan merusak alam di sini. Wee Wee.

Wisata Kota Surabaya Monumen Bambu Runcing

Wisata Kota Surabaya Monumen Bambu Runcing

Berkunjung menuju kota Surabaya yang merupakan kota terbesar ke dua di Indonesia untuk urusan bisnis atau sekedar ingin liburan, di kota besar ini Anda bisa menemukan Monumen Bambu. Bambu Runcing merupakan sebuah senjata tradisional yang dahulu kala digunakan oleh para tentara Indonesia untuk berperang melawan Belanda. Tepatnya pada tanggal 10 November 1945, yang sekarang ini dirayakan sebagai Hari Pahlawan Indonesia. Pada masa perang dahulu, bambu dibentuk dengan memiliki ujung yang runcing layaknya sebuah tombak untuk menusuk musuh. Bambu runcing ini sengaja dibuat karena keterbatasnya senjata modern yang ada dan untuk menunjukkan semangat di antara prajurit sebagai warga sipil Indonesia.

Karena hal itulah Monumen Bambu Runcing ini dibangun, dan letaknya berada di jalan Panglima Sudirman. Monumen Bambu Runcing merupakan salah satu ikon pariwisata Surabaya yang masih memiliki hubungan dengan situs sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Monumen ini terdiri dari 5 buah pilar dan mempunyai ketinggian tidak sama dan dibentuk seperti layaknya bambu runcing. Sayangnya, tidak terdapat estimasi yang tepat mengenai tinggi daripada masing-masing pilar. Pada waktu-waktu tertentu, akan ada air yang mengalir keluar dari bambu runcing, layaknya sebuah air mancur. Selain hal itu monumen ini juga dikelilingi oleh taman kecil yang dipenuhi dengan bermacam-macam tanaman hias.

Lokasi Monumen Bambu Runcing ini berada di jantung kota Surabaya, di tengah-tengah keramai lalu lintas jalan Panglima Sudirman. Para pengunjung yang datang ke kota Surabaya akan bisa secara langsung mengenali keberadaan monumen ini waktu sedang melintasinya. Letak Monumen ini juga berada dekat dengan Kebun Binatang Surabaya, Tunjungan Plaza, Surabaya Plaza dan Tugu Pahlawan Surabaya. Anda bisa melewati tempat ini pada waktu sedang berkunjung ke Kebun Binatang Surabaya yang merupakan salah satu tempat wisata di Surabaya yang populer. Jika Anda sedang berkunjung ke Surabaya namun tidak memiliki cukup budget untuk menyewa hotel berbintang, referensi hotel murah di surabaya dapat Anda jadikan pilihan.

Demikianlah wisata ala Wee Wee kali ini, semoga dapat bermanfaat untuk anda yang sedang ingin merencanakan liburan bersama keluarga, sahabat ataupun pasangan anda. Selamat berlibur kawan.

Wisata Kampung Asli Suku Sasak Di Desa Sade

Wisata Kampung Asli Suku Sasak Di Desa Sade

Di manapun, menculik lalu meminta tebusan adalah perbuatan hina dan rendahan. Siapapun pasti setuju jika pelakunya adalah seorang pengecut yang bisanya menjadikan sandera sebagai alat untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Bahkan seringkali orang dibuat jengkel dengan pelakunya padahal itu hanya adegan dalam sebuah sinetron.

Anehnya, di suatu daerah di belahan Indonesia, justru perbuatan ini dianggap terhormat. Bagi Suku Sasak, menculik gadis anak orang adalah hal yang wajar, bahkan diharuskan. Dan ini bertahan hingga sekarang.

Aku pernah berkunjung ke Desa Sade, tempat di mana Suku Sasak asli tinggal dan masih mempertahankan tradisinya. Desa Sade terletak tak jauh dari bandara. Tempat itu berada di pinggir jalan raya, dan bisa ditempuh hanya dalam tiga puluh menit dari bandara menggunakan kendaraan bermotor.

Saat ini Desa Sade menjadi tujuan wisata bagi orang-orang yang berkunjung ke Lombok. Rata-rata pengunjung yang datang ingin melihat langsung kehidupan masyarakatnya yang masih serba tradisional itu.

Orang Sasak menggunakan kotoran sapi atau kerbau untuk mengepel lantai. Katanya, kotoran itu bisa membuat lantai yang terbuat dari tanah liat itu semakin kuat dan tidak lembab. Mungkin bagi sebagian orang ini menjijikkan. Aku pun juga berpikir seperti itu. Namun tidak bagi mereka. Anehnya, bau kotoran tidak tercium sama sekali saat aku masuk ke rumahnya.

Rumah Suku Sasak terbuat dari anyaman bambu dengan penyangga tiang kayu. Atapnya dari jerami yang dikeringkan. Rata-rata, rumahnya berdaun pintu pendek. Hal itu membuat siapapun yang masuk akan menundukkan kepalanya. Mereka menganggap menundukkan kepala adalah sebuah tanda penghormatan. Bahwa seharusnya setiap orang saling menghormati, dengan dimulai dari hal yang sederhana, yaitu menghormati penghuni rumah dengan menundukkan kepala saat masuk ke dalamnya.

Orang Sasak yang tinggal di desa tersebut rata-rata menjadi petani untuk kalangan prianya. Sementara kaum wanita membuat kain dengan cara menenun yang masih dikerjakan dengan cara dan peralatan tradisional. Bahan yang digunakan juga alami, yang diambil langsung dari pohon-pohon yang tumbuh di sana. Kain-kain itu ada yang dijual langsung, ada yang diolah lagi menjadi selendang, sarung, dan bentuk-bentuk lainnya. Mereka menjajakannya kepada pengunjung yang datang ke desa mereka.

Satu hal yang unik dari Suku Sasak adalah tradisi mereka ketika hendak menikah. Laki-laki Sasak diharuskan menculik pasangannya tanpa sepengetahuan orangtua pihak perempuan jika ingin menikahinya. Dan penculikan ini umumnya dilakukan di malam hari. Keesokan harinya, pihak laki-laki akan mengirim utusan kepada orangtua perempuan untuk memberitahukan jika anaknya telah diculik dan ingin dinikahi. Berdasarkan tradisi, orangtua perempuan yang anaknya berhasil diculik itu harus menikahkan putrinya dengan laki-laki yang berhasil menculiknya.

“Bagaimana jika melamarnya secara baik-baik?” Tanyaku polos saat itu.

Guide yang menemaniku berkeliling desa menjelaskan, “Bagi orang Sasak, hal itu tidak berlaku karena dianggap melanggar tradisi. Bahkan untuk sebagian orang di sana, melamar dianggap menghina dan melecehkan. Jika orang tua perempuan yang dilamar tidak terima, bisa-bisa terjadi pertengkaran.”

Dahulu, penculikan ini terjadi diam-diam sehingga gadis yang diculik harus mau menikah dengan orang yang menculiknya, dan orang tua si gadis terpaksa menikahkan anaknya karena tuntutan tradisi. Namun sekarang sudah mulai berubah.

Si penculik dan sang gadis sudah saling suka sebelumnya. Lantas ketika mereka ingin menikah, mereka membuat rencana penculikan. Si gadis akan berpura-pura ke sumur atau kemana saat malam tiba. Ia meminta ijin agar dibolehkan keluar rumah. Untuk urusan keluar rumah di malam hari bagi gadis Sasak asli bukanlah hal yang mudah sebab tradisi menjaganya dengan ketat. Sehingga sang gadis harus bisa membuat alasan yang masuk akal dan bisa meyakinkan orang tuanya untuk diijinkan ke luar rumah. Nah, saat sang gadis keluar itulah si penculik sudah siap melancarkan aksinya.

Biasanya, sang gadis disembunyikan di rumah si penculik atau di rumah kerabatnya. Selama masa penculikan sang gadis tidak boleh pulang.

Batas pengiriman utusan kepada orang tua sang gadis adalah tiga hari. Dalam rentang waktu itu, selama belum ada jawaban dari orang tua sang gadis, maka sang gadis tidak diijinkan berbicara bahkan bertegur sapa dengan orangtuanya jika seandainya berpapasan di jalan. Jika ketahuan, sesuai adat maka keluarga tersebut harus membayar denda. Wee Wee.

Wisata Keluarga Di Wisata Alam Cimahi

Wisata Keluarga Di Wisata Alam Cimahi

Sebagai orangtua, saya paling senang bila mengunjungi tempat wisata yang komplet untuk keluarga. Tidak sekadar bersenang-senang, tapi sekaligus memberi edukasi kepada putra saya.

Akhirnya kami memutuskan mengunjungi Alam Wisata Cimahi (AWC) di Jalan Kolonel Msturi Cimahi. Tidak terlalu jauh dari kota BandungBandung. Tempatnya asri di lereng perbukitan. Ternyata tidak salah mengajak keluarga mengunjungi obyek wisata yang terbilang baru ini.

Masuk ke AWC tidak perlu membayar tiket masuk. Di arena AWC, kami sekeluarga bisa berenang gratis di satu kolam renang dengan tiga tingkat kedalaman. Pemandangan di kolam renang ke bagian selatan sangat indah. Saya membayangkan kalau berkunjung di malam hari, bisa menikmati kota Cimahi bermandikan cahaya.

Lepas berenang, kami mencicipi naik ATV sekadar memicu adrenalin di lahan seluas 3,5 hektar itu. Didampingi supir terlatih, fasilitas ini bisa dinikimati anak-anak dan orang dewasa dengan mengeluarkan kocek limabelas ribu rupiah per orang. Untuk uji keberanian anak, tersedia juga fasilitas jembatan goyang.

Wahana yang paling menyenangkan putra kami adalah kebun binatang mini di AWC. Selain bisa melihat hewan-hewan ternak dari dekat seperti bebek, domba, dan kuda, putra kami juga bisa melihat dari dekat hewan reptil seperti ular, kura-kura dan komodo tanpa mengkhususkan diri mendatangi kebun binatang. Dengan mengenalkan hewan-hewan sejak dini, saya harap putra saya mau menjaga lingkungan hidup.

Di kebun binatang mini ini juga putra saya bisa mengenal aneka satwa air langka seperti gerombolan ikan piranha. Di tempat ini saya bisa mengajarkan putra kami tentang jenis-jenis hewan, agar dia tidak hanya belajar dari buku, tapi melihat langsung. Sayangnya, masih ada beberapa kandang dan akuarium yang kosong. Perawatan tempat hewan pun belum optimal.

Fasilitas lain yang bisa dinikmati bersama keluarga adalah naik delman dan berkuda mengelilingi AWC. Cukup membayar limaribu rupiah per kepala. Jika ingin menunggang kuda, cukup membayar sepuluhribu rupiah. Sebenarnya atraksi ini bisa ditemukan di kota bandung, tapi di AWC ini karena punya lintasan sendiri, tidak perlu khawatir dengan kemacetan lalu-lintas.

Di AWC tersedia yang biasanya disukai para bapak, yakni kolam pemancingan. Dengan biaya duapuluhlimaribu rupiah, sambil menunggu anak-anak bermain, bisa mengail ikan untuk dibawa ke rumah.

Setelah puas menikmati wahana yang disediakan AWC, saya dan keluarga pun meluncur menuju deretan saung khas pasundan. Tentunya untuk mencicipi kuliner sunda. Membaca deretan menu yang dihidangkan kami langsung memilih karedok, nasi bakar, gurame cobek, dengan minuman yang bernama unik seperti minuman lutung kasarung. Saran untuk yang ingin makan di AWC, sebaiknya jangan ragu bertanya kepada pelayan untuk besar porsinya karena tidak semua menu makanan ada fotonya. Misalnya saja pisang cokelat yang kami pesan, ternyata porsinya lebih kecil dari yang saya bayangkan.

Sambil menunggu makanan tiba, putra kami bisa menghabiskan waktu di taman bermain dengan fasilitas seperti di taman kanak-kanak. Sungguh, keinginan saya berkunjung ke tempat piknik yang bisa dinikmati bersama keluarga terbayar sudah.

Selama di AWC sebenarnya saya memerhatikan sekali soal kebersihan. Semisal di kolam renang, setidaknya bisa dibersihkan di pagi hari agar tidak tampak bintang air seperti engkang-engkang. Pendidikan soal kebersihan kepada pengunjung pun harus ditegaskan. Semisal, harus membilas badan dulu sebelum berenang, juga membuang sampah pada tempatnya. Walaupun saya melihat banyak petugas yang membersihkan, namun tidak semua pengunjung menganggap menjaga kebersihan itu penting. Alangkah baiknya disedikan sebanyak mungkin tong sampah di AWC.

Pemerintah Kota Cimahi mestinya bangga dengan hadirnya AWC ini karena bisa menjadi pendapatan daerah dari sektor pariwisata. Karenanya perlu dukungan dari pemerintah setempat untuk ikut mempromosikannya juga. Semisal papan penunjuk arah dari sekitar alun-alun menuju AWC, agar calon pengunjung tidak mesti bertanya-tanya di jalan. Wee Wee.

Kehebatan Meriam Ki Amuk Dari Banten

Kehebatan Meriam Ki Amuk Dari Banten

Mendengar kata Banten, bayangan kita mengarah pada keberadaan debus yang sudah melegenda. Akan tetapi, jika kita jalan-jalan ke Banten, tidak ada salahnya kita berwisata ke tempat yang mengandung peninggalan masa silam. Pilihan yang tepat adalah kita berwisata ke Kota Kuno Banten Lama. Kota Kuno Banten Lama merupakan situs yang merupakan sisa kejayaan Kerajaan Banten. Dari Kota Jakarta kita bisa menempuh ke Kota Kuno Banten Lama kurang lebih 2 jam perjalanan. Di Kota Kumo Banten Lama, kita akan menemukan banyak Situs peninggalan dari Kerajaan Banten, diantaranya, Istana Surosoan, Masjid Agung Banten, Situs Istana Kaibon, Benteng Spellwijk, Danau Tasikardi, Meriam Ki Amuk, Pelabuhan Karangantu, Vihara Avalokitesvara.

Semua tempat wisata tersebut mencapai kejayaan pada masanya. Hal itulah yang menyebabkan sejak tahun 1995, Kota Kuno Banten telah diusulkan ke UNESCO untuk dijadikan salah satu Situs Warisan Dunia.

Dari sekian banyak situs peninggalan Kerajaan Banten, yang paling menarik adalah keberadaan Meriam Ki Amuk. Peninggalan bersejarah ini berada di kawasan Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama yang mempunyai luas tanah kurang lebih 10.000 m2 dan bangunan kurang lebih 778 m2. Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama dibangun dengan gaya arsitektur tradisional Jawa Barat seperti yang terlihat pada bentuk atapnya. Museum yang terletak antara Keraton Surosowan dan Masjid Agung Banten Lama ini menyimpan banyak benda-benda purbakala.

Dilihat dari bentuk bangunannya Museum Situs Kepurbakalaan lebih mirip seperti sebuah rumah yang kemudian dialihfungsikan menjadi museum. Meriam Ki Amuk merupakan meriam yang terbuat dari tembaga dengan panjang sekitar 2,5 meter. Dari cerita, Meriam Ki Amuk merupakan hasil rampasan dari tentara Portugis yang berhasil dikalahkan. Konon Meriam Ki Amuk memiliki kembaran yaitu Meriam Ki Jagur yang saat ini tersimpan di halaman belakang Museum Fatahillah Jakarta.

Meriam Ki Amuk semula terletak di Pelabuhan Karangantu dan sempat ditempatkan tenggara alun-alun. Pada meriam tersebut terdapat tiga buah prasasti berbentuk lingkaran dengan huruf dan Bahasa Arab yang bertuliskan “Akibatulkhoir salamatn Iman” yang mengandung arti “Kesuksesan puncak adalah keselamatan iman.” Dan terdapat tulisan La Fataa ila ‘ali, La sifaa ila zulfikar, Ashbir ala taqwa dahran yang mengandung arti “Tiada jawara kecuali ‘ali, tiada golok kecuali zulfikar, bersabarlah dalam taqwa sepanjang masa..”. Guna memudahkan membawa meriam, dibuatkanlah gelang-gelang disebelah kiri dan kanannya.
Kehebatan Meriam Ki Amuk dalam pertemuran melawan penjajah menjadi pembicaraan hangat hingga sekarang. Sehingga banyak warga yang mengansumsikan bahwa Meriam Ki Amuk mempunyai kekuatan gaib. Ketika Meriam Ki Amuk diletakan di pelabuhan Karangantu, banyak warga yang menjalankan ritual-ritual seperti melempar koin, atau memeluk moncongya. Konon kalau pergelangan tanganya bisa bertemu maka orang tersebut akan kaya. Perilaku warga yang dianggap “aneh” tersebut masih terjadi hingga sekarang, meskipun keberadaan Meriam Ki Amuk sudah diberi pagar pelindung. Namun, yang terpenting adalah, kita bisa belajar tentang masa silam sejarah kejayaan Kerajaan Banten. Selamat berwisata Wee Wee.

Wisata Alam Pulau Lengkuas Bangka Belitung dan Mercusuar Tua

Wisata Alam Pulau Lengkuas Bangka Belitung dan Mercusuar Tua

Hamparan air laut yang berwarna biru jernih dengan berhiaskan tabuaran batuan granit. Itulah keindahan pulau lengkuas yang tampak terlihat dari mercusuar tua yang sudah berumur ratusan tahun. Luasnya memang tak terlalu besar tak lebih dari 1 hektar, namun jangan pernah meragukan keindahan yang ditawarknya. Maka tak heran sekarang Pulau Lengkuas mulai banyak didatangi oleh wisatawan.

Pulau Lengkuas terletak di kecamatan Sijuk, Bangka Belitung. Hamparan pasir putih beradu dengan birunya samudra yang berhias batuan granit dengan aneka bentuk dan ukuran. Anda bisa menikmati pemandangan tersebut dari atas mercusuar yang telah berusia ratusan tahun. Mercusuar ini merupakan peninggalan Belanda yang dibangun sekitar tahun 1882 dan sampai saat ini masih digunakan sebagai pengatur lalu lintas kapal laut yang akan masuk atau ke luar dari Pulau Belitung. Mercusuar di Pulau Lengkuas ini memiliki ketinggian 50 meter dan mempunyai belasan lantai. Para wisatawan diperbolehkan untuk naik ke mercusuar tersebut.

Namun untuk mencapai tempat tertinggi tidaklah mudah, karena harus melewati ratusan anak tangga. Jika anda tidak sampai puncak, disetiap lantai yang ada di mercusuar tersebut juga tersedia jendela yang mengahadap ke segala arah. Nah jika anda sampai di puncak mercusuar tentunya pemandangan yang didapatkan jauh lebih eksotis. Tak hanya birunya air laut yang berpadu dengan batuan granit saja, anda bisa melihat pulau-pulau kecil yang terlihat dari kejauhan.

Dulu sebelum Pulau Lengkuas ramai pengunjung dan menjadi wisata favorit di Bangka Belitung, Pulau ini hanya dihuni beberapa orang yang bertugas menjaga mercusuar tersebut. Berenang tentu menjadi aktifitas yang menyenangkan di Pulau Lengkuas, terlebih lagi di sekitar pulau lengkuas ini kedalaman airnya tidak terlalu dalam. Selain berenang, menikmati terumbu karang dengan aneka jenis biota laut juga tak kalah menariknya. Pasir putihnya yang membentang luas, juga selalu menggoda untuk bermain diatasnya atau hanya sekedar berjemur. Sebelum pulang, jangan lupa untuk mengabadikan momen anda diatas mercusuar. Kendati demikian sebaiknya jangan datang ke Pulau Lengkuas pada bulan Desember- Januari, mengingat arusnya besar dan membahayakan pada bulan tersebut. Karena tidak ada warung atau penjual makanan, sebaiknya bawa bekal yang cukup sebelum berwisata di Pulau Lengkuas Belitung. Wee Wee.

Wisata Edukasi Museum Geologi Bandung

Wisata Edukasi Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung terletak di Jl. Diponegoro, Bandung, Jawa Barat. Lokasinya tak jauh dari gedung yang menjadi landmark kota Bandung dan juga dijadikan pusat pemerintahan yakni Gedung Sate. Di museum inilah terdapat benda-benda koleksi geologi seperti fosil, mineral dan batuan yang telah dikumpulkan sejak tahun 1850. Dengan berkunjung di Museum Geologi Bandung, anda akan belajar sejarah terbentuknya kepulauan Indonesia dan mengapa di tanah tercinta kita ini seiring di landa bencana gempa bumi.

Museum Geologi Bandung dikelola oleh Badan Geologi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. Lokasinya yang berada di dalam kota, maka sangat mudah untuk di akses baik dengan kendaraan pribadi maupun dengan transportasi umum. Didirikan pada tanggal 16 mei 1928, Museum Geologi baru diresmikan setahun kemudian yakni pada tahun 1929 oleh pemerintah Hindia Belanda. Awalnya tempat ini dijadikan untuk laboratorium dan tempat penyimpanan benda-benda dari hasil penelitian dan pertambangan. Namun seiring dengan berjalannya waktu berubah menjadi sarana pendidikan, penelitian, sumber informasi tentang kebuminan, dan juga menjadi tempat wisata yang mengasyikan. Saat anda menjelajah Museum Geologi Bandung maka anda akan menemukan 3 ruang peragaan, ruang laboratorium dan ruang dokumentasi.

Apa saja Yang Ada Di Museum Geologi Bandung ?

Ruang Sejarah Kehidupan
Ruangan ini terletak di sayap timur Museum, di lantai satu. Sobat akan menemukan gambaran mengenai kehidupan dari masa ke masa dan dimulai dari 4,6 milyar tahun lalu saat terbentukna bumi.

Ruang Geologi Indonesia
Terletak di sayap barat lantai 1 Museum Geologi Bandung, disinilah sobat akan menemukan proses pembentukan kepulauan Indonesia dengan pendekatan teori tektonik lempeng.

Ruang Geologi Untuk Kehidupan Manusia
Setelah puas berkeliling di lantai 1, cobalah untuk naik ke lantai 2. Disini akan sobat temukan bagaimana cara pengolahan maupun penambangan mineral, gas bumi dll.

Selain ketiga ruang peragaan diatas ada juga ruang dokumentasi dan ruang auditorium. Di ruang dokumentasi, sobat akan menemukan berbagai benda koleksi seperti fosil, batuan dan mineral. Sedangkan di Ruang Auditorium disana sobat dapat menonton film 3D yang bertema tentang geologi. Namun untuk menikmatinya ada syartanya, yakni penonton harus lebih dari 50 orang.

Museum Geologi Bandung buka setiap hari senin hingga kamis jam 9 pagi hingga 3 sore, sedang pada hari sabtu dan minggu hnya buka dari jam 9 hingga 1 siang saja. Untuk hari jumat dan hari libur nasional, Museum Geologi Bandung tidak dibuka alias tutup. Wee Wee.

Objek Wisata Cileunca Pangalengan Kota Bandung

Objek Wisata Cileunca Pangalengan Kota Bandung

Merupakan sebuah danau yang berada diatas dataran tinggi dan lokasinya di Pangalengan. Perjalanan untuk menuju Situ Cileunca dapat Anda tempuh dari Bandung dengan jarak sekitar 41 km. Situ Cileunca ini terdapat di ketinggian sekitar 1551m dpl, dengan dikelilingi oleh perkebunan teh Malabar yang cantik. Lokasi Situ Cileunca tidak jauh dari kecamatan Pangalengan, kurang lebihnya sekitar 4 km dari Pangalengan menuju ke arah Cisewu.

Danau dengan luas 180 hektar ini diapit oleh dua Desa yang bernama Desa Wanasari dan Desa Pulosari. Menurut cerita rakyat katanya SituCileunca pada awalnya dimiliki oleh Mener Belanda, yang kemudian membendung Sungai Cileunca sehingga terbentuk sampai seperti sekarang. Banyak wahana permainan yang terdapat di Situ Cilenca, selain itu Anda juga dapat berkeliling dengan menggunakan perahu untuk mengelilingi danau ini.

Untuk Anda yang suka rafting air keluaran bendung Cileunca juga biasa digunakan untuk rafting. Selain menjadi sebuah area wisata, Situ Cileunca juga dimanfaatkan untuk mencari sumber air bersih untuk warga Bandung dan juga digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik.

Situ Cileunca dapat Anda kunjungi dari Bandung menuju arah Banjaran. Kemudian dari Banjaran, akan terdapat pertigaan ambil menuju arah Pangalengan. Dari Banjaran jaraknya sekitar 35 km lagi. Setelah Anda berjalan dan menemukan sejumlah tanjakan, maka Anda akan sampai di Pangalengan. Jika Anda menemukan pertigaan di Pangalengan, ambil jalur menuju arah kanan ke arah Cisewu Garut, kurang lebih 4 km lagi Anda akan melihat sebuah danau yang beradadisebelah kiri jalan yang terdapat banyak pepohonan yang rindang.

Nah demikianlah sedikit informasi tentang Objek Wisata Cileunca Pangalengan Kota Bandung yang dirangkum dalam Wee Wee. Semoga wisata ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata liburan anda bersama keluarga anda dan teman-teman anda. Selamat berwisata.

Wisata Museum Konferensi Asia Afrika

Wisata Museum Konferensi Asia Afrika

Merupakan salah satu museum yang terletak di kota Bandung. Lebih tepatnya berlokasi di Jl.Asia Afrika No.65. Museum ini adalah memorabilia dari Konferensi Asia Afrika. Museum ini juga mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Gedung Merdeka. Merupakan salah satu tempat wisata di bandung yang dapat Anda Kunjungi.

Secara keseluruhan Gedung Merdeka memiliki dua bangunan utama, yang pertama disebut Gedung Merdeka sebagai tempat sidang utama, sedangkan yang berada di samping Gedung Merdeka adalah Museum Konferensi Asia Afrika sebagai tempat memorabiliaKonferensi Asia Afrika.

Latar belakang dari dibangunnya museum ini adalah karena adanya keinginan dari para pemimpin bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk mengetahui tentang Gedung Merdeka dan di sekitarnya tempat Konferensi Asia Afrika berlangsung. Hal ini membuat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M mempunyai ide untuk membangun sebuah museum.

Ide tersebut disampaikannya pada sebuah forum rapat Panitia Peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika (1980) yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Dr. Haryati Soebadio sebagai wakil dari Departemen Pendidikan serta Kebudayaan. Kemudian museum ini diresmikan pada tanggal 24 April 1980 yang bertepatan dengan peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika.

Demikianlah sedikit informasi tentang Wisata Museum Konferensi Asia Afrika, yang di rangkum dalam Wee Wee. Semoga wisata ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata sejarah anda bersama keluarga dan teman-teman anda. Selamat Berwisata.