Wisata Indah Di Denpasar Bali Indonesia

Indonesia.Travel – Wisata indah di Denpasar – Kota Denpasar Bali Indonesia merupakan satu dari tiga kota di Indonesia yang menuju menjadi kota metropolitan, seperti halnya Medan dan Makassar. Sektor pariwisata di pulau Bali terutama Denpasar merupakan area bisnis yang dominan di kota ini, walaupaun secara administratif kota Denpasar hanya terdiri dari 8 kabupaten namun rata-rata pendapatan perkapita penduduknya merupakan yang tertinggidi Indonesia. Nama Denpasar berasal dari kata den yang berarti selatan, yang artinya selatan pasar. Sejarah Denpasar sendiri sebelumnya merupakan bagian dari kerajaan Badung, sebuah kerajaan yang pernah berdiri pada abad 19, hingga akhirnya penaklukan Belanda atas kerajaan Badung pada 20 September 1906  dengan peristiwa heroik masyarakat Badung yang mempertahankan mati-matian dengan perang Puputan Badung.

Membicarakan kota denpasar rasanya kurang lengkap tanpa mengulas tempat wisatanya. Ibukota provinsi Bali ini seorah-olah merupakan magnet yang luar biasa bagi para wisatawan baik domestik maupun wisatawan luar negeri. Ada beberapa tempat yang wajib dikunjungi ketika ke kota Denpasar Bali Indonesia. Obyek wisata yang manis dan layak dikunjungi di Denpasar antara lain Bajra Sandhi Renon, Museum Bali Denpasar, Konservasi Penyu dan Kura-Kura di Pulau Serangan Bali, Taman Budaya Bali, Taman Hiu, Museum Lukisan Sidik Jari Denpasar, Desa Budaya Kertalangu, Pura Sakenan, Wisata Hutan Mangrove bali, dan juga Pura Agung Jagatnatha.

Dari sekian banyak obyek wisata yang ditawarkan kali ini saya akan membahas tentang wisata hutan mangrove Bali. Mengunjungi Bali sepertinya sudah biasa jika hanya mengunjungi pura dan pantai, maka marilah kita sejenak menikmati hitan mangrove. Apa sich yang dinamakan dengan hutan mangrove? Hutan mangrove merupakan hutan yang tumbuh di air payau (percampuran air laut dan air tawar). Hutan mangrove umumnya ada saat ada pendangkala lumpur di wilayah tersebut. Pohon yang biasanya tumbuh di hutan Mangrove adalah pohon bakau. Adanya wilayah hutan mangrove membuat abrasi berkurang dengan tajam. Biasanya wilayah hutan mangrove identik dengan rawa-rawa dan lumpur.

Untuk itu pengelola hutan mangrove Bali membuat jembatan sepanjang 2 km untuk membuat pengunjung nyaman dan bisa menikmati kawasan ini dengan baik. Jika sobat bersedia berjalan menyusuri jembatan kayu sepanjang 2 km maka di ujung jembatan bisa kita temui pemandangan yang sungguh menakjubkan. Dari ujung jembatan ini kita bisa menikmati indahnya pantai Benoa maupun megahnya tol di Bali. Ujung jembatan ini pula sering dijadikan sebagai tempat dilakukannya foto prewedding. Yang melakukan sesi foto preweding tidak hanya penduduk lokal namun wisatawan dari yogyakarta, papua, Jakarta, atau bahkan dari luar negri. Menikmati indahnya dan tenangnya hutan mangrove ini membuat hati merasa nyaman dan pikiran terasa rileks dan fresh, sehingga siap untuk berjuang menghadapi lika-liku kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *