Wisata Keluarga Di Wisata Alam Cimahi

Sebagai orangtua, saya paling senang bila mengunjungi tempat wisata yang komplet untuk keluarga. Tidak sekadar bersenang-senang, tapi sekaligus memberi edukasi kepada putra saya.

Akhirnya kami memutuskan mengunjungi Alam Wisata Cimahi (AWC) di Jalan Kolonel Msturi Cimahi. Tidak terlalu jauh dari kota BandungBandung. Tempatnya asri di lereng perbukitan. Ternyata tidak salah mengajak keluarga mengunjungi obyek wisata yang terbilang baru ini.

Masuk ke AWC tidak perlu membayar tiket masuk. Di arena AWC, kami sekeluarga bisa berenang gratis di satu kolam renang dengan tiga tingkat kedalaman. Pemandangan di kolam renang ke bagian selatan sangat indah. Saya membayangkan kalau berkunjung di malam hari, bisa menikmati kota Cimahi bermandikan cahaya.

Lepas berenang, kami mencicipi naik ATV sekadar memicu adrenalin di lahan seluas 3,5 hektar itu. Didampingi supir terlatih, fasilitas ini bisa dinikimati anak-anak dan orang dewasa dengan mengeluarkan kocek limabelas ribu rupiah per orang. Untuk uji keberanian anak, tersedia juga fasilitas jembatan goyang.

Wahana yang paling menyenangkan putra kami adalah kebun binatang mini di AWC. Selain bisa melihat hewan-hewan ternak dari dekat seperti bebek, domba, dan kuda, putra kami juga bisa melihat dari dekat hewan reptil seperti ular, kura-kura dan komodo tanpa mengkhususkan diri mendatangi kebun binatang. Dengan mengenalkan hewan-hewan sejak dini, saya harap putra saya mau menjaga lingkungan hidup.

Di kebun binatang mini ini juga putra saya bisa mengenal aneka satwa air langka seperti gerombolan ikan piranha. Di tempat ini saya bisa mengajarkan putra kami tentang jenis-jenis hewan, agar dia tidak hanya belajar dari buku, tapi melihat langsung. Sayangnya, masih ada beberapa kandang dan akuarium yang kosong. Perawatan tempat hewan pun belum optimal.

Fasilitas lain yang bisa dinikmati bersama keluarga adalah naik delman dan berkuda mengelilingi AWC. Cukup membayar limaribu rupiah per kepala. Jika ingin menunggang kuda, cukup membayar sepuluhribu rupiah. Sebenarnya atraksi ini bisa ditemukan di kota bandung, tapi di AWC ini karena punya lintasan sendiri, tidak perlu khawatir dengan kemacetan lalu-lintas.

Di AWC tersedia yang biasanya disukai para bapak, yakni kolam pemancingan. Dengan biaya duapuluhlimaribu rupiah, sambil menunggu anak-anak bermain, bisa mengail ikan untuk dibawa ke rumah.

Setelah puas menikmati wahana yang disediakan AWC, saya dan keluarga pun meluncur menuju deretan saung khas pasundan. Tentunya untuk mencicipi kuliner sunda. Membaca deretan menu yang dihidangkan kami langsung memilih karedok, nasi bakar, gurame cobek, dengan minuman yang bernama unik seperti minuman lutung kasarung. Saran untuk yang ingin makan di AWC, sebaiknya jangan ragu bertanya kepada pelayan untuk besar porsinya karena tidak semua menu makanan ada fotonya. Misalnya saja pisang cokelat yang kami pesan, ternyata porsinya lebih kecil dari yang saya bayangkan.

Sambil menunggu makanan tiba, putra kami bisa menghabiskan waktu di taman bermain dengan fasilitas seperti di taman kanak-kanak. Sungguh, keinginan saya berkunjung ke tempat piknik yang bisa dinikmati bersama keluarga terbayar sudah.

Selama di AWC sebenarnya saya memerhatikan sekali soal kebersihan. Semisal di kolam renang, setidaknya bisa dibersihkan di pagi hari agar tidak tampak bintang air seperti engkang-engkang. Pendidikan soal kebersihan kepada pengunjung pun harus ditegaskan. Semisal, harus membilas badan dulu sebelum berenang, juga membuang sampah pada tempatnya. Walaupun saya melihat banyak petugas yang membersihkan, namun tidak semua pengunjung menganggap menjaga kebersihan itu penting. Alangkah baiknya disedikan sebanyak mungkin tong sampah di AWC.

Pemerintah Kota Cimahi mestinya bangga dengan hadirnya AWC ini karena bisa menjadi pendapatan daerah dari sektor pariwisata. Karenanya perlu dukungan dari pemerintah setempat untuk ikut mempromosikannya juga. Semisal papan penunjuk arah dari sekitar alun-alun menuju AWC, agar calon pengunjung tidak mesti bertanya-tanya di jalan. Wee Wee.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *